Terkini

Sidang Praperadilan Wino dan Femmy dengan Termohon Polsek Sorong Barat Digelar

Kapabar – Sidang praperadilan dengan termohon Polsek Sorong Barat dan Polresta Sorong Kota, di Pengadilan Negeri Sorong akhirnya digelar, Jumat (8/12). Sidang dengan agenda pembacaan pembacaan permohonan ini sendiri, merupakan tindak lanjut dari pengajuan praperadilan oleh Wiro Limanow dan Femmy Tjiulan.

Kepada media ini Arfan Poretoka selaku penasehat hukum dari Wiro dan Femmy mengatakan, sidang tersebut merupakan buntut dari adanya cacat prosedur yang dilakukan oleh pihak Polsek Sorong Barat.

“Sidang perdana praperadilan yang sebelumnya kita ajukan tadi telah berlangsung. Tadi agendanya baru pembacaan permohonan sekaligus mendengar jawaban dari pihak Polsek Sorong Barat dan Polresta Sorong Kota sebagai termohon,” kata Arfan di halaman Kantor Pengadilan Negeri Sorong, Jumat (8/12).

Arfan pun mengaku berharap pihak Pengadilan Negeri Sorong dan hakim, dapat melihat secara jeli persoalan praperadilan yang diajukan pihaknya. Karena menurutnya praperadilan ini sebagai bentuk upaya dalam mengawasi kinerja pihak kepolisian.

“Karena klien kami ditetapkan sebagai tersangka tidak sesuai prosedurlah pemicu adanya praperadilan ini. Harapan kami tentu praperadilan ini jadi pengingat buat pihak kepolisian, agar tidak menetapkan seseorang menjadi tersangka secara seenaknya,” sesal Arfan.

Ditambahkan Arfan, sidang akan kembali dilangsungkan pada tanggal 11 Desember 2023 dengan agenda pengajuan bukti-bukti oleh pihaknya sebagai pemohon.

Sebelumnya atau sekitar 8 tahun yang lalu telah terjadi transaksi jual beli mesin pancang antara Wiro dan adiknya yang berinisial WNL.

Saat itu Wiro membeli mesin pancang tersebut dari adiknya seharga Rp 40.000.000, yang mana karena merasa mereka adalah saudara kandung, nota ataupun kwitansi pun dianggap tidak perlu keberadaannya.

Namun ternyata, WNL malah mempersoalkan transaksi tersebut dan melaporkan Wiro serta istrinya, Femmy ke Polsek Sorong Barat atas dugaan penipuan dan penggelapan. Tidak terima dengan adanya laporan itu dan penahanan Femmy oleh kepolisian, pihak Wiro dan Femmy memperdatakan permasalahan itu ke pengadilan.

Terakhir kedua belah pihak diupayakan menemukan jalan damai dengan sidang yang beragendakan mediasi, dimana pihak Wiro dan Femmy melalui penasehat hukumnya bersedia memenuhi kerugian dan tuntutan WNL.*HMF

Tampilkan Lebih Banyak

Artikel Terkait

Back to top button

Penerimaan Mahasiswa Baru UNAMIN


banner popup

This will close in 20 seconds