Terkini

Jubir PAGAMA : Kabar Penolakan di UNCEN dan Penurunan Baliho Dilakukan oleh Pihak yang Takut dengan Ganjar Pranowo

Kapabar – Juru Bicara Papua for Ganjar – Mahfud (PAGAMA), Yoseph Titirlolobi  membantah adanya kabar dan pemberitaan yang mengatakan bahwa Ganjar Pranowo mendapat penolakan di Universitas Cendrawasih (UNCEN) Jayapura. Yosep juga merasa heran dengan penurunan spanduk dan baliho bergambar Ganjar Pranowo di sana.

Yoseph merasa, apa yang terjadi di sana merupakan pekerjaan orang-orang yang takut dengan kehadiran mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut. “Tidak perlu takut atau kepanasan, kedatangan Ganjar Pranowo ke Papua dan Papua Barat Daya ini tidak ada unsur kampanye atau politik, beliau datang karena diundang oleh Dewan Adat Papua (DAP) untuk bersilaturahmi,” tegas Yoseph, Selasa (21/11).

Kepada media ini, Yoseph mengatakan bahwa dari awal Ganjar Pranowo tidak memiliki agenda untuk berkunjung dan memberikan kuliah umum di UNCEN.

Dijabarkan Yoseph, sesuai agenda yang ada, Ganjar hanya akan berkunjung ke Manokwari untuk berdoa di Mansinam, ke Kota Sorong, ke Raja Ampat untuk dikukuhkan sebagai Pemerhati Orang Papua ke Jayapura untuk bertemu dengan teman kuliahnya dulu waktu di Universitas Gajah Mada (UGM), Komarudin Watubun, dan terakhir ke Merauke sebelum akhirnya kembali ke Jakarta.

“Ini untuk semuanya ketahui, memang ada undangan resmi dari Rektorat UNCEN kepada Ganjar Pranowo, jadi apa yang dikabarkan bahwa ada penolakan itu saya rasa salah alamat. Terus yang kami sesalkan adalah kenapa baliho dan spanduk seorang Ganjar Pranowo dicabut atau diturunkan,” sesal Yoseph.

“Yang membuat kami yakin bahwa hal ini adalah desain dan dilakukan oleh orang-orang yang ketakutan dengan kehadiran Ganjar adalah karena spanduk dari pasangan yang lain tidak dicopot alias tetap dibiarkan berdiri,” sambung Yoseph.*HMF

Tampilkan Lebih Banyak
Back to top button