Terkini

Sah, DPW Hebitren PB dan PBD Dilantik

Kapabar – Ketua Umum DPP Hebitren Indonesia Dr.K.H.M. Hasib Wahab Hasbullah melantik ketua dan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) Papua Barat dan Papua Barat Daya di Rylich Panorama Hotel, Kamis (21/9).

Dalam pelantikan DPW Hebitren Papua Barat dan Papua Barat Daya itu, terpilihlah Prof.Dr.KH. Hamzah Hasan Khairiah, M.Ag sebagai ketua.

Dr.K.H.M. Hasib Wahab Hasbullah dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat (PB) dan Papua Barat Daya (PBD) yang telah memfasilitasi penyelenggaraan pelantikan DPW Hebitren PB dan PBD.

“Tak lupa saya juga mengucapkan terima kasih kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua Barat. Karena sejak lahirnya Hebitren pada 2019 lalu, Hebitren selalu berdampingan dengan BI Pusat,” kata Hasib.

Dikatakan Hasib, dalam tiga tahun terakhir ini sejak lahirnya Hebitren, wilayah DPW se Indonesia telah mencapai 28 provinsi.

“Target dari DPP Hebitren untuk tahun 2023 ini semua provinsi di Indonesia sudah terbentuk. Perlu diketahui bahwa, bahwa Hebitren sebuah perkumpulan yang profesional khusus untuk dalam mengembangkan dan membangkitkan ekonomi bisnis di pesantren,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Papua Barat Rommy Tamawiwy mengatakan, hadir dalam pelantikan DPW Hebitren PB dan PBD karena ikatan persaudaraan yang tidak dibatasi oleh suku, bahasa dan latar belakang.

“Saya berpikir Hebitren mengusung kekuatan persaudaraan itu. Karena dengan berhimpun dan bersinergi, bekerjasama, gotong royong kita bisa melakukan hal-hal besar,” jelas Tamawiwy.

Menurut Tamawiwy, BI terus terdepan dalam mendorong ekonomi syariah yang merupakan satu pilar baru yang menjadi kekuatan untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Dan, BI begitu serius dalam hal itu sampai membentuk Departemen Ekonomi Syariah. Kami benar-benar menyadari bahwa membangun dan memperkuat ekonomi syariah tidak bisa dilakukan oleh BI sendiri,” terang Tamawiwy.

Olehnya, lanjut Tamawiwy, sinergi dan kolaborasi harus terus dilakukan antar anak bangsa dari Sabang sampai Merauke.

“Di Provinsi PBD, ini kali kedua kami membuat kegiatan tentang ekonomi syariah. Walaupun provinsi baru tetapi menjadi ketermuka, karena Kota Sorong adalah pintu gerbang Tanah Papua,” ujarnya. *RON

Tampilkan Lebih Banyak

Artikel Terkait

Back to top button