Hukrim

Diselundupkan dari Manado, 51 Kilogram Daging Babi Dimusnahkan

Kapabar – Pada Sabtu (2/9), Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sorong melaksanakan tindakan terhadap media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sorong, I Wayan Kertanegara mengatakan, media pembawa yang ditahan telah melanggar persyaratan pemasukan dan pengeluaran media pembawa yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

“Tindakan penahanan didasarkan kepada pasal 35, Undang-Undang Nomor 21 tahun 2019 yakni, Pertama, media pembawa tidak melengkapi sertifikat kesehatan dari tempat pengeluaran yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat,” kata I Wayan kepada awak media, Selasa 12 September 2023.

Kedua, lanjut I Wayan, tidak melaporkan dan menyerahkan media pembawa kepada Pejabat Karantina di Tempat Pemasukan dan Tempat Pengeluaran yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat untuk keperluan tindakan karantina, pengawasan dan pengendalian.

“Media pembawa yang telah ditahan berupa, daging babi sebanyak 51 kilogram asal Kota Manado tujuan Kota Sorong. Komoditas ini, dibawa melalui bagasi penumpang maskapai Lion Air JT8990 yang tidak disertai dengan label atau nomor bagasi dan sertifikat karantina dari daerah asal,” ujar I Wayan.

Diakui I Wayan, pihaknya mendapat informasi dari pihak internal mengenai penyelundupan daging babi itu. Daging babi yang tidak dilengkapi dengan sertifikat karantina beresiko dalam penyebaran penyakit seperti penyakit mulut atau kuku (PMK) dan flu babi Afrika (African Swine Fever).

“Lalu, barang itu ditahan dan diamankan di Kantor Karantina Pertanian Sorong, sambil menunggu pemilik melengkapi dokumen karantina. Jika dalam waktu 3×24 jam pemilik tidak bisa melengkapi dokumen yang dipersyaratkan, maka barang itu akan dikembalikan atau dimusnahkan,” terangnya.

I Wayan menegaskan, bersama sejumlah pihak ia telah melakukan penyelidikan terhadap pelaku penyelundupan daging babi. Namun, menurut keterangan pelaku, daging babi itu dilalulintaskan untuk keperluan acara kedukaan.

“Saya menghimbau, kepada seluruh pelaku usaha di bidang pertanian, peternakan dan tumbuhan, termasuk lalu lintas satwa liar agar mematuhi persyaratan yang telah diatur dalam UU Nomor 21 Tahun 2019, pasal 33, 34, dan pasal 35,” terangnya.

Dia menambahkan, dalam ketiga pasal itu, tertuang tiga aturan yang harus dipatuhi :

1. Melengkapi dokumen karantina bagi hewan, ikan, tumbuhan dan produknya
2. Melalui tempat-tempat yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat
3. Dilaporkan kepada Pejabat Karantina di tempat Pengeluaran atau Pemasukan untuk kepentingan pemeriksaan karantina.

Pemusnahan media pembawa yaitu daging babi sebanyak 51 kilogram dilakukan di Halaman Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sorong dengan cara dibakar. *RON

Tampilkan Lebih Banyak

Artikel Terkait

Back to top button

Penerimaan Mahasiswa Baru UNAMIN


banner popup

This will close in 20 seconds