Pangdam XVIII/Kasuari Pimpin Relawan Vaksin Covid-19 Papua Barat.
Kapabar – Sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han) disuntik vaksin Sinovac di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Papua Barat, Amban, Manokwari Barat, Kamis (14/1).
Selain pangdam penyuntikan vaksin juga dilakukan kepada 15 orang lainnya yang dari unsur Forkopimda Papua Barat, tokoh masyarakat, dan perwakilan dari Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB).
Usai mendapatkan suntikan vaksin, pangdam mengatakan bahwa kegiatan pemberian vaksin adalah program pemerintah yang harus didukung, karena pandemi Covid-19 harus dihentikan sesegera mungkin.
pamgdam juga berpesan agar masyarakat tidak takut atau ragu, karena mulai para pemimpin negara yaitu Presiden, dari lingkungan TNI yaitu Panglima TNI, di lingkungan Polri yaitu Kapolri, Menteri, para tokoh agama dan tokoh masyarakat sudah menerima vaksin Sinovac.
“Sebenarnya terkait vaksin, pemerintah sudah berusaha meyakinkan rakyat agar yakin tentang keamanan vaksin Sinovac ini. Mulai dari Presiden RI, Panglima TNI, Kapolri sudah menjadi Relawan Vaksin Covid-19 untuk meyakinkan masyarakat, sekaligus menjawab beredarnya berita bohong ditengah-tengah masyarakat terkait dengan dampak dan efek dari vaksin itu sendiri,” kata pangdam.
Dengan disuntik vaksin jelas Pangdam, berarti seseorang telah melindungi dirinya sendiri, keluarga, lingkungan, juga orang-orang di sekitar. Untuk itu sambungnya, selain mendukung penyuntikan vaksin, masyarakat juga harus menjaga kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan, istirahat yang cukup, serta perhatikan dan atur pola makan dengan baik.
Kodam Bantu RSUD Provinsi Papua Barat
Disela-sela kegiatan vaksinasi berlangsung, Pangdam XVIII/Kasuari memberikan sejumlah bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada RSUD Provinsi Papua Barat.
Menurut pangdam, bantuan yang diberikan oleh pihaknya tersebut masih terkait dengan kegiatan Bulan Kasih Papua Barat, yang dilaksanakan bersama dengan para unsur Forkopimda pada bulan Desember lalu.
“Hari ini kebetulan kegiatannya dilaksanakan di RSUD, maka dari itu kami berikan bantuan berupa 6000 masker medis, 50 APD dan kaca mata untuk digunakan pada saat tindakan operasi pasien. Karena tenaga medis kita setiap hari, jam, menit, detik mereka berjibaku dengan virus corona (Covid-19), kita harus yakinkan mereka aman dengan memberikan bantuan ini,” jelas pangdam.
Pangdam juga berharap, bantuan yang ada kiranya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pihak rumah sakit.*HBN




