Terkini

Mengganggu Masyarakat di Kota Sorong, Polisi Sita Banyak Meriam Tangan

Kapabar – Personel Polresta Sorong Kota dan Polsek Sorong Kota menyita puluhan meriam tangan (spiritus) dari anak di bawah umur di sekitaran HBM – Sriti – Gurabesi Kelurahan Remu Utara, Distrik Sorong, Kota Sorong, Senin (30/10). Langkah tersebut untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Mendapat laporan dari warga melalui Call Center 110, bahwa tadi sore di sekitaran HBM telah terjadi aksi saling serang dengan menggunakan meriam tangan dan lemparan batu oleh anak-anak di sekitaran HBM,” ujar Kapolsek Sorong Kota, AKP Saroji, S.H, Senin (30/10).
“Piket Polresta dan Polsek segera menindak lanjuti laporan dari 110 tersebut, dengan langsung mendatangi TKP dengan menemukan kumpulan anak-anak saling serang dengan menggunakan meriam pipa, ” jelas kapolsek.
Menurut kapolsek polisi telah mengamankan benda tersebut dan mengumpulkan anak-anak yang bermain petasan itu untuk diberi pembinaan lebih lanjut.
“Kita juga memberikan teguran kepada anak-anak yang membuat meriam tersebut, serta menghimbau kepada warga yang mempunyai anak-anak untuk diawasi, jangan sudah ada kejadian baru saling salah menyalahkan,” tegasnya sembari menambahkan semua barang bukti yang disita tersebut akan dibawa ke Mapolresta Sorong Kota guna dilakukan pemusnahan.

Kapolsek mengatakan bahwa meriam spiritus merupakan meriam rakitan yang terbuat dari pipa paralon atau dari kaleng kemudian disemprotkan spiritus, terus dipicu percikan api yang diambil dari pemantik korek gas sehingga menimbulkan suara ledakan. Sambung kapolsek saat ini meriam jenis tersebut sedang ramai digunakan anak-anak terutama pada saat menjelang tahun baru.

“Keberadaan meriam tangan sudah termasuk kategori menggangu kenyamanan dan meresahkan masyarakat, terlebih ketika ada orang yang sakit jantung misalnya, bisa parah jadinya,” tandas kapolsek.*HMF

Tampilkan Lebih Banyak
Back to top button