Pasca Kebakaran di Klademak II Pantai, Walikota Sorong Tinjau Langsung ke Lokasi

Kapabar – Pasca kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah di Klademak II Pantai, Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (24/06/2026), sekira pukul 04.30 WIT memantik respons cepat dari Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong.
Walikota Sorong, Septinus Lobat didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meninjau langsung lokasi kebakaran.
Kunjungan tersebut dilakukan Walikota dan jajarannya untuk melihat kondisi warga terdampak sekaligus memastikan langkah-langkah penanganan darurat berjalan dengan baik.
Walikota mengatakan musibah kebakaran yang terjadi tersebut merupakan peristiwa di luar kemampuan dan kendali manusia.
“Bersama TNI, Polri, aparat distrik dan OPD terkait, kami bergerak cepat melakukan rapat darurat guna menyiapkan kebutuhan mendesak bagi warga terdampak,” kata Walikota saat meninjau lokasi kebakaran, Rabu (24/6/2026).
Walikota menjelaskan, Pemkot Sorong telah menyiapkan berbagai kebutuhan dasar, mulai dari makanan siap saji, tenda pengungsian, air bersih, tenaga medis, hingga posko darurat dan posko kesehatan untuk melayani masyarakat yang terdampak.
“Kami sudah menyiapkan makanan siap saji, tenda pengungsian, air bersih, tenaga medis, serta posko darurat dan posko kesehatan bagi warga yang terdampak,” katanya.
Dikatakannya, Pemkot Sorong juga telah menyiapkan bantuan bagi kelompok rentan, termasuk lansia, melalui layanan kesehatan, bantuan logistik, dan kebutuhan pokok.
“Kami memastikan seluruh warga terdampak, termasuk lansia dan kelompok rentan lainnya, mendapatkan pelayanan kesehatan, bantuan sembako, serta dukungan logistik yang diperlukan,” katanya.
Ia menjelaskan, sebagai langkah penanganan lanjutan, Pemkot Sorong juga menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari ke depan guna mempercepat proses penanganan dan pemulihan bagi warga terdampak kebakaran.
“Pemkot Sorong bersama seluruh pihak terkait akan menangani persoalan ini secara serius. Untuk itu, kami menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari ke depan,” tegasnya.
Berdasarkan data sementara, kebakaran tersebut berdampak terhadap sekitar 420 jiwa dari 80 kepala keluarga yang tersebar di dua kelurahan. Dimana, sebanyak 59 rumah di Kelurahan Malawei dan 26 rumah di Kelurahan Klaligi dilaporkan terdampak kebakaran.
Meski menyebabkan kerugian material yang cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
Hingga berita ini dimuat, belum diketahui secara pasti penyebab dari kebakaran tersebut, karena masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. *RON
