Terkini

Program Pendidikan Gratis Septinus Lobat – Anshar Karim Didukung Banyak Pihak

Kapabar – Warga Kota Sorong semakin dekat dengan program pendidikan gratis setelah Septinus Lobat dan Anshar Karim dinyatakan KPU sebagai pemenang Pilkada Kota Sorong.

Seperti yang telah diketahui bersama bahwa memberikan program gratis kepada generasi masa depan Kota Sorong menjadi program unggulan Septinus Lobat dan Anshar Karim. Program andalan pasangan yang akrab dengan sapaan LOSARI ini pun berulang kali dipaparkan pada debat dan pertemuan-pertemuan dengan masyarakat.

Program ini sempat diragukan oleh paslon lain pun masyarakat yang mengacu pada kemampuan keuangan Kota Sorong. Meskipun begitu, Septinus Lobat melalui hitung-hitungan yang dilakukan tetap meyakini program pendidikan gratis masih bisa terealisasi.

Kemenangan LOSARI pun kian mendekatkan Septinus Lobat dan Anshar Karim untuk menepati janji mereka tersebut. Bahkan belum juga dilantik, dukungan dan antusiasme terus mengalir dari pelaku pendidikan serta khalayak ramai.

Natali Lapik, selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Kota Sorong menegaskan bahwa pihaknya siap mengamankan kebijakan Walikota dan Wakil Walikota Sorong periode 2025 – 2030.

“Kita pastinya siap untuk melaksanakan dan mengamankan program-program kepada daerah terpilih, terlebih khusus pendidikan gratis pada Penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2025/2026,” tegas Natali.

Sementara itu menurut salah satu masyarakat Kota Sorong bernama Maria, pendidikan gratis di Kota Sorong dapat membantu masyarakat kurang mampu di ibu kota Provinsi Papua Barat Daya ini.

Terlebih kata Maria, masih banyak anak di Kota Sorong yang tidak dapat menikmati ‘kursi pendidikan’ yang layak karena terkendala kemampuan ekonomi orang tua mereka.

“Program ini menurut saya sangat baik dan harus didukung, termasuk saya juga ikut mendukungnya. Sekarang tinggal bagaimana Septinus Lobat dan Anshar Karim berkomitmen mengimplementasikan program pro masyarakat ini,” ujar Maria

Ikut mendukung program pendidikan gratis, Kepala Sekolah SD Negeri 21 Kota Sorong, M. Wasis Widodo menegaskan bahwa pendidikan gratis dipastikan akan mendongkrak angka melanjutkan pendidikan bagi siswa dari keluarga tidak mampu ke jenjang-jenjang berikutnya.

“Pendidikan gratis ini sudah pasti akan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) kita. Dipastikan pembangunan akan terus terjadi dan negara akan maju jika pendidikan masyarakat itu baik dan SDMnya meningkat,” kata Widodo.

Senada, Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Kota Sorong, Saiful Kopong Datene mengatakan pihaknya mendukung pendidikan gratis,namun perlu ketepatan dalam pengeksekusian program tersebut.

“Kalau bisa jangan yang berprestasi saja yang dapat program ini, kalau bisa semua murid maupun siswa. Saya sangat yakin semua anak itu punya potensi di bidang  akademik maupun non-akademik, tinggal bagaimana kita terus memberikan mereka dukungan, salah satunya yah pendidikan gratis ini,” jelas Saiful.

Saiful berharap, program sekolah gratis dapat meningkatkan angka melanjutkan pendidikan khususnya bagi siswa dari keluarga miskin.

Dukungan lainnya mengalir dari salah satu warga Kota Sorong, Yakub yang menjelaskan bahwa kebijakan pendidikan gratis dapat mempersiapkan SDM yang berkualitas dalam keterampilan dan wawasan keilmuan serta mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia, yaitu turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menurut Yakub, pendidikan merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Lanjut dia, kewajiban atas pemenuhan pendidikan juga harus adil.

“Pemerintah juga harus merata dalam memberikan hak anak untuk kebutuhan pendidikan, baik itu di sekolah negeri atau swasta, tidak boleh ada pembeda-bedaan. Yang perlu diingat juga bahwa anak-anak kita berhak mendapatkan kualitas pendidikan yang bebas biaya, karena pendidikan gratis untuk anak adalah tanggung jawab pemerintah,” jelas Yakub.

Meskipun anak-anaknya telah menyelesaikan bangku pendidikan, Yakub mengatakan bahwa dirinya adalah salah satu org yang getol mendukung program ini guna terjaminnya masa depan penerus bangsa terlebih khusus anak-anak yang berstatus Orang Asli Papua (OAP).*HMF

Tampilkan Lebih Banyak
Back to top button