Gubernur Elisa Kambu Serahkan Bantuan Pusling Air kepada Tiga Puskesmas

Kapabar – Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu menyerahkan bantuan kendaraan Puskesmas Keliling (Pusling) air kepada tiga puskesmas yakni Puskesmas Waibon di Distrik Salawati Barat Kabupaten Raja Ampat, Puskesmas Reni di Distrik Ayau Kabupaten Raja Ampat, serta Puskesmas Kais di Distrik Kais Kabupaten Sorong Selatan.
Penyerahan dilakukan di Dermaga Marina Resto, Kota Sorong, Senin 23 Februari 2026, sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan dan pesisir. Bantuan ini, diharapkan mampu meningkatkan jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah yang sulit diakses.
Program pengadaan pusling air ini didanai melalui APBD Tahun Anggaran 2025 pada Dinas Kesehatan Papua Barat Daya dengan total anggaran sebesar Rp4.045.950.000,00 atau sekitar Rp4 miliar. Pemerintah menilai keberadaan armada layanan terapung sangat penting untuk mendukung mobilitas tenaga kesehatan di daerah kepulauan.
Gubernur Elisa Kambu mengatakan, pentingnya pemanfaatan bantuan tersebut secara optimal. Ia berharap fasilitas yang diberikan dapat benar-benar mendukung operasional pelayanan puskesmas di lapangan.
“Iya, kalau pesan saya hanya dua, bahwa dengan bantuan ini kita harapkan bisa mendukung operasional pelayanan puskesmas kita. Kita harapkan dengan fasilitas ini juga peningkatan puslingnya ditambah begitu. Kalau selama ini mereka tidak pusling karena kendaraan-kendaraan dan lain-lain, semoga ini dimanfaatkan,” ujar Elisa Kambu.
Elisa juga mengingatkan agar fasilitas pusling air digunakan semata-mata untuk kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat. “Yang kedua, kita juga berharap bahwa fasilitas ini dimanfaatkan hanya untuk kepentingan dinas, tidak untuk kepentingan urusan pribadi dan lain-lain. Ini untuk pasien, untuk kepentingan layanan di puskesmas,” tegasnya.
Menurut Elisa, bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam mewujudkan Papua Barat Daya yang sehat, cerdas, dan produktif. Ia menilai penguatan layanan kesehatan harus dimulai dari langkah-langkah mendasar, termasuk memperkuat peran puskesmas.
Elisa menegaskan bahwa fungsi utama puskesmas bukan hanya pengobatan, melainkan lebih menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif.
“Puskesmas itu bukan hadir untuk mengobati. Pengobatan dilakukan di rumah sakit karena ada dokter spesialis. Di puskesmas yang paling utama adalah promotif dan preventif,” jejelasnya.
Ia mendorong tenaga kesehatan untuk lebih agresif dalam mengedukasi masyarakat mengenai pola hidup sehat, mulai dari kesehatan ibu hamil, pemberian ASI, pemenuhan gizi anak, hingga pencegahan penyakit seperti malaria dan stunting. Menurutnya, perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan kesehatan.
Dirinya juga mengajak para kepala daerah kabupaten/kota untuk memiliki pemahaman yang sama. Ia menilai pembangunan fisik semata tidak cukup tanpa diiringi perubahan perilaku masyarakat.
“Kita tidak hanya cukup menyiapkan prasarana, bangun puskesmas, siapkan peralatan, itu tidak menyelesaikan masalah. Masalah utama adalah kita harus dorong bagaimana mengubah mindset masyarakat tentang hidup sehat,” katanya.
Ia turut meminta dukungan media massa untuk membantu menyebarluaskan edukasi kesehatan kepada masyarakat luas.
“Saya juga berharap teman-teman media bantu untuk mengkomunikasikan, menyebarluaskan informasi ini supaya banyak masyarakat kita mendapat pemahaman yang sama tentang hidup sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Daya, Jan Pieter Kambu, menjelaskan bahwa bantuan pusling air merupakan pengadaan tahun anggaran 2025 yang disalurkan pada 2026.
Jan menyebut dua unit dialokasikan untuk Kabupaten Raja Ampat, masing-masing bagi Puskesmas Reni dan Puskesmas Waibon, sedangkan satu unit diberikan kepada Puskesmas Kais di Kabupaten Sorong Selatan.
“Untuk pembantuan tahun ini, ini anggaran dari tahun lalu, 2025. Ada tiga, dua buat Kabupaten Raja Ampat di Puskesmas Reni sama Puskesmas Waibon,” jelasnya.
Jan Pieter menambahkan, penentuan lokasi penerima telah melalui proses survei kebutuhan. Dari hasil tersebut diketahui bahwa beberapa wilayah memang mengalami kerusakan armada lama atau belum memiliki pusling air.
“Mengapa kita berikan di sana? Karena sudah kita lakukan survei, memang di sana yang membutuhkan, memang ada yang rusak dan memang tidak ada,” ungkapnya.
Ia juga memastikan bahwa pusling air yang diserahkan telah dilengkapi fasilitas medis penunjang, termasuk perangkat GPS untuk mempermudah pemantauan pergerakan layanan di lapangan.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berharap keberadaan pusling air ini dapat memperluas jangkauan pelayanan kesehatan primer, khususnya bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan pesisir yang selama ini menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan. *RON
