BPS Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Papua Barat Daya

Kapabar – Badan Pusat Statistik (BPS) secara nasional akan melaksanakan Sensus Ekonomi tahun 2026 (SE2026) yang merupakan kegiatan pengumpulan data ekonomi yang mencakup seluruh sektor usaha.
SE2026 bertujuan untuk memperoleh data yang akurat mengenai perkembangan dunia usaha di seluruh Indonesia.
Karena, melalui data yang dikumpulkan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan strategis guna meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Kepala BPS Papua Barat, Ir Merry mengatakan, untuk mensukseskan jalannya SE2026 di Provinsi Papua Barat Daya, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan.
“Persiapan yang kami lakukan mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pemerintah daerah serta pelaku usaha di Papua Barat Daya,” kata Merry kepada wartawan di Kota Sorong, Kamis 19 Februari 2026.
Merry menjelaskan, dalam pelaksanaan SE2026, pihaknya akan menerjunkan sebanyak 829 petugas untuk melakukan sensus di wilayah Papua Barat Daya.
“Dari jumlah petugas itu, terdapat mitra yang nantinya kami rekrut dari kalangan masyarakat untuk membantu jalannya proses sensus di daerah ini,” ungkap Merry.
Merry menambahkan, adapun informasi yang didata oleh petugas sensus, diantaranya, struktur ekonomi yang mencakup kewilayahan, skala usaha, lapangan usaha, serta benchmarking indikator ekonomi.
Kemudian, sambung dia, karakteristik usaha yang mencakup kendala dan prospek usaha, kinerja dan daya saing usaha serta permodalan dan investasi.
“Dan, ekonomi digital serta ekonomi lingkungan yang mencakup ekonomi digital, ekonomi hijau serta ekonomi biru,” katanya.
Dia berharap, petugas sensus yang turun ke lapangan agar disambut dengan baik oleh masyarakat khususnya bagi pelaku usaha.
“Saya harap, petugas yang turun ke lapangan disambut baik, berikan data yang sebenarnya. Karena, data yang diberikan kepada petugas itu dijamin kerahasiaannya dan Undang-Undang,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung SE2026 yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Mei hingga 31 Juli 2026.
“Saya minta dukungan agar sensus ini dapat berjalan secara lancar dan sukses di seluruh wilayah Indonesia khususnya Papua Barat Daya,” tuntasnya. *RON
