Kunker, RJK Desak Dua Bank Ini Buka Unit Bisnis di Kampung Weijim

Kapabar – Anggota Komisi IV DPR-RI, Robert Joppy Kardinal atau yang akrab disapa RJK melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kampung Weijim, Distrik Kepulauan Sembilan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Kamis 11 Desember 2025.
Dalam kunkernya ke Kampung Weijim, RJK mendapat sejumlah aspirasi dari masyarakat sebagai kebutuhan mereka, diantaranya dibukanya unit bisnis dari Bank BRI dan Bank Papua di kampung tersebut.
Sebagai wakil rakyat di DPR-RI, RJK mendesak agar Bank BRI dan Bank Papua untuk membuka unit bisnisnya guna melayani kebutuhan masyarakat dalam melakukan berbagai transaksi.
“Setelah saya diskusi, ternyata perputaran uang tunai cukup tinggi di kampung ini dari hasil jual beli buah kelapa. Namun, mereka merasa kesulitan melakukan transfer uang untuk kebutuhan anaknya yang bersekolah di luar daerah,” tegas RJK.
Selama ini, kata RJK, masyarakat yang ingin melakukan transfer uang kepada anaknya yang bersekolah di luar daerah dengan cara menitip uang di kios dengan biaya kirim hingga Rp30 ribu atau diluar dari biaya kirim melalui jasa bank.
“Mereka yang ingin melakukan transfer uang ke anaknya dengan menitip di kios. Kemudian kios melakukan penitipan uang kepada saudaranya yang berada di kota untuk melakukan transfer dengan biaya kirim Rp30 ribu atau diluar dari biaya kirim melalui jasa bank,” ungkap RJK.
Menurut RJK, persoalan ini, harus menjadi perhatian bersama, supaya keinginan masyarakat untuk dibukanya unit bisnis perbankan dapat segera terwujud.
“Ini harus jadi perhatian bersama. Kalau urusan di tingkat pusat itu urusan saya menyampaikan aspirasi masyarakat,” paparnya.
Ia menambahkan, jika unit bisnis perbankan itu dapat dibuka akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan berbagai transaksi menggunakan jasa bank.
“Kalau unit bisnis perbankan bisa dibuka, akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan berbagai transaksi menggunakan jasa bank,” tandasnya.
Senada dengan RJK, Kepala Distrik Kepulauan Sembilan, Saul Dimara menyebutkan, masyarakat Kampung Weijim sangat membutuhkan layanan perbankan untuk memudahkan dalam melakukan berbagai transaksi.
“Kami sangat butuh layanan perbankan untuk memudahkan kami bertransaksi. Khususnya, untuk melakukan transfer uang bagi anak-anak kami yang bersekolah di luar daerah,” terang Saul.
Dikatakan Saul, layanan perbankan sangat tepat jika dibuka di Kampung Weijim, mengingat karena peredaran uang yang cukup tinggi, dibanding dengan kampung lain.
“Disini, dana yang beredar setiap bulan atau minggunya bisa mencapai Rp2 miliar dari hasil jual kelapa, ikan, lobster dan teripang. Sehingga sangat cocok jika layanan perbankan dibuka disini,” kata Saul. *RON
