Uskup Hilarion : Sinergi Gereja dan Aparat Dibutuhkan Tangani Masalah di Papua

Kapabar – Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega berharap Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI), keuskupan yang menaungi umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri, dapat berperan lebih aktif dalam menyikapi dan turut membantu penyelesaian berbagai persoalan sosial di Papua.
Menurut Mgr. Hilarion keberadaan OCI yang memiliki jaringan di kalangan aparat negara merupakan potensi besar untuk mendorong terwujudnya keamanan, keadilan, dan rekonsiliasi di Tanah Papua.
“Kehadiran Gereja dalam tubuh TNI dan Polri bisa menjadi jembatan untuk memperkuat dialog kemanusiaan dan membangun kepercayaan di masyarakat,” ujar Hilarion dikutip dalam siaran persnya di Sorong, Kamis 6 November 2025.
Hilarion menegaskan, masalah di Papua tidak hanya menyangkut aspek keamanan, tetapi juga menyentuh dimensi kemanusiaan dan kesejahteraan.
Oleh karena itu, sambung Hilarion, sinergi antara gereja dan aparat negara dibutuhkan, agar pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata bersifat militeristik, melainkan juga humanis dan pastoral.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Uskup Ordinariatus Castrensis Indonesia, Romo Kolonel (Sus) Yos Bintoro, Pr, menyambut positif ajakan tersebut.
Romo Yos menegaskan, OCI berkomitmen untuk terus hadir dalam pelayanan mental rohani sekaligus mendorong dialog dan perdamaian di Papua.
“OCI selalu berupaya menjadi jembatan kasih dan persaudaraan. Kami percaya bahwa melalui pelayanan mental rohani kepada anggota TNI dan Polri, semangat kemanusiaan dan keadilan bisa semakin tumbuh di setiap lini tugas TNI dan Polri, termasuk di Papua,” ujar Romo Yos.
SAGKI 2025 menjadi momentum penting bagi para uskup, imam, dan umat Katolik untuk merumuskan arah pelayanan Gereja di Indonesia ke depan, termasuk dalam konteks tantangan sosial dan politik di berbagai daerah, seperti Papua. */RON
