300 Personel Dilibatkan Dalam Tanggap Darurat Bencara di Papua Barat Daya

Kapabar – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya menggelar apel kesiapan tanggap darurat bencana di wilayah Provinsi Papua Barat Daya yang dilangsungkan di Alun-Alun Aimas, Kabupaten Sorong, Rabu 5 November 2025, pagi.
Dalam apel kesiapan tersebut, Polda Papua Barat Daya melibatkan sebanyak 300 personel gabungan dari berbagai instansi seperti, TNI, Polri, BNPB, Satpol PP, Basarnas serta BMKG.
Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol Gatot Haribowo mengatakan bahwa, wilayah Indonesia berada di posisi kawasan lepengan tektonik dan jalur ring of fire (cincin api) serta gunung berapi.
“Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki gunung berapi terbanyak di dunia. Sedikitnya ada 127 gunung berapi yang tersebar di seluruh pulau-pulau nusantara termasuk di Papua yang suatu saat akan erupsi,” kata Kapolda.
Selain itu, kata Kapolda, sejumlah wilayah Indonesia memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Sehingga, hal itu menyebabkan terjadinya musibah banjir dan tanah longsor.
“Musibah-musibah ini berkaitan dengan alam. Namun, ada juga musibah yang berkaitan dengan manusia seperti terjadinya kebakaran hutan yang dilakukan oleh masyarakat guna menyuburkan lahan,” ungkap Kapolda.
Selanjutnya, sambung Kapolda, musibah kecelakaan dengan moda transportasi darat maupun laut yang dapat menimbulkan korban jiwa dalam jumlah banyak.
“Hal ini, juga harus kami antisipasi, untuk menekan resiko korban jiwa saat terjadi kecelakaan di darat maupun laut,” tegas Kapolda.
Karena musibah datang tanpa diketahui, dia berpesan, agar selalu mengedepankan sikap antisipasi dan prediksi yang akan terjadi di kemudian hari.
“Kita harus mengantisipasi dan memprediksi tentang musibah apa yang terjadi di kemudian hari. Ini menjadi tanggungjawab dan kepedulian bersama,” pungkasnya. *RON
