HSN 2025, Begini Pesan Wagub Ahmad Nausrau kepada Santri Ponpes Alam Inspirasi

Kapabar – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Provinsi Papua Barat Daya digelar dan dimaknai di Pondok Pesantren Alam Inspirasi yang berlokasi di Jalan Sorong-Makbon, Km.12, Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu 22 Oktober 2025.
Pada momen HSN 2025 itu, turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau yang mengajak para santri Ponpes Alam Inspirasi untuk terus menjadi garda terdepan dalam membangun bangsa menuju Indonesia Emas pada tahun 2045.
“Pada momen HSN 2025 ini, saya mengajak seluruh santri Ponpes Alam Inspirasi agar terus menjadi garda terdepan dalam membangun bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” kata Ahmad Nausrau saat menyampaikan tausiyahnya.
Ahmad Nausrau menyebutkan bahwa pentingnya pendidikan pesantren bagi para santri sebagai benteng moral dan pusat pembentukan karakter bangsa.
“Pendidikan pesantren sangat penting bagi para santri sebagai benteng moral dan pusat pembentukan karakter bangsa. Hal-hal itu bisa didapatkan saat menimba ilmu di pesantren,” kata Ahmad Nausrau.
Ahmad Nausrau mengungkapkan bahwa para santri adalah generasi unggul yang disiplin dan mandiri sejak dini.
“Santri itu luar biasa. Mereka bangun pukul 03.00 atau 04.00 untuk tahajud, membaca Al-Qur’an, dan menyiapkan diri salat subuh. Sementara anak-anak sebayanya masih tidur pulas. Di sinilah letak kehebatan santri,” kata Ahmad Nausrau
Ia juga menyoroti keunggulan pendidikan pesantren yang menanamkan penguasaan bahasa dan ilmu pengetahuan.
“Santri itu hebat karena mereka bisa berbahasa Arab dan Inggris. Di Pondok Pesantren, bahasa bukan hanya pelajaran, tapi kewajiban sehari-hari. Ada jadwal khusus berbahasa Arab dan Inggris, bahkan ada sanksi bagi yang tidak menjalankan.
Dia berpesan, jika belajar di pesantren merupakan investasi besar bagi masa depan anak-anak, baik dunia maupun akhirat.
“Anak-anak yang belajar di pesantren tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kuat dalam iman dan akhlak. Mereka dijauhkan dari pengaruh negatif seperti pergaulan bebas dan kecanduan gawai,” ungkapnya.
Menurutnya, kehidupan di pesantren melatih anak untuk disiplin ibadah, menjaga pergaulan, dan menjauhkan diri dari hal-hal yang merusak moral generasi muda.
“Di pesantren, salat lima waktu, tahajud, dan amalan sunnah terjaga. Santri tidak punya waktu untuk hal sia-sia. Bahkan penggunaan HP dibatasi agar mereka fokus belajar dan beribadah,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan bahwa santri memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa.
“Jangan berpikir santri hanya jadi guru ngaji. Banyak santri yang menjadi pemimpin besar, termasuk Presiden, Panglima TNI, hingga pejabat negara. Jenderal Sudirman pun seorang santri,” tegasnya.
Dia menekankan bahwa pesantren telah menjadi pelopor pendidikan di Indonesia jauh sebelum kemerdekaan, dan hingga kini tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga moral serta akhlak generasi muda.
“Pesantren adalah inspirasi kemerdekaan bangsa. Para kiai dan santri telah berjuang mempertahankan NKRI. Karena itu, santri harus terus berdiri di barisan depan untuk memajukan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Menutup tausiyahnya, dia menyampaikan harapan agar para santri tetap istiqamah dalam menegakkan akhlak dan menjaga keutuhan bangsa.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, saya mengucapkan selamat Hari Santri Nasional 2025. Semoga para santri terus menjadi benteng moral bangsa, penjaga kemerdekaan, dan pendorong kemajuan Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu, Pembina Pondok Pesantren Alam Inspirasi Kota Sorong, Ustadz Mualim, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan serta dukungan masyarakat terhadap pesantren yang baru berusia tiga tahun tersebut.
Ustadz Mualim menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Alam Inspirasi berdiri dengan semangat pengabdian untuk agama, bangsa, dan negara, serta terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kami. Mudah-mudahan Allah berkahi langkah ini. Kami masih belajar dan berproses, tapi Insyaallah terus berbuat untuk kemaslahatan umat,” kata Ustadz Mualim.
Ustadz Mualim menambahkan bahwa pesantren tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga memiliki unit pendidikan berbasis lingkungan. Melalui jurusan Pengelolaan Lingkungan, para santri diajarkan untuk peduli terhadap alam dan berkontribusi menjaga kebersihan kota.
“Kami punya unit Alam yang tujuannya mengelola lingkungan di Papua Barat Daya. Insyaallah dalam waktu dekat kami akan berkolaborasi dengan pemerintah untuk mengelola sampah di sekitar Kota Sorong. Meski masih banyak kekurangan, kami yakin jika kita bekerja sama, semuanya bisa diatasi,” terang Ustadz Mualim.
Selain pendidikan dan pelestarian lingkungan, Ustadz Mualim juga mengungkapkan bahwa pesantren memberikan perhatian khusus terhadap masyarakat kurang mampu. Tahun lalu, Pondok Pesantren Alam Inspirasi telah memberikan beasiswa dan fasilitas gratis bagi anak-anak Papua (Kokoda).
“Anak-anak Kokoda kami sekolahkan dan mondok secara gratis. Tahun ini insyaallah akan diresmikan sekolah baru, di mana pagi belajar umum dan sore belajar agama. Semua ini adalah bentuk kontribusi pesantren untuk masyarakat Islam Papua,” terangnya.
Di akhir sambutannya, Ustadz Mualim menyampaikan pesan cinta dan harapan agar seluruh pihak terus mendukung peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pelestarian lingkungan di Papua Barat Daya.
“Salam cinta dari kami, para santri dan guru-guru. Mohon maaf atas segala kekurangan, karena kami masih terus belajar. Semoga Pondok Pesantren Alam Inspirasi menjadi tempat yang nyaman, teduh, dan bermanfaat bagi semua kalangan,” tutupnya.
Acara peringatan HSN yang berlangsung khidmat dan penuh semangat ini dihadiri pula oleh Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (PB2RD) Kota Sorong, Fauji Fattah, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Sorong, Hj. Kisman Rahayaan, mantan Anggota DPRD Kota Sorong, Hj. Taslim, Anggota DPRD Papua Barat Daya, Laode Samsir, serta sejumlah pejabat pemerintahan, TNI/Polri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. *RON
