Terkini

Maxim Sesali Tindakan Tak Terpuji Oknum Mitra Pengemudi kepada Penumpang

Kapabar – Kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh oknum mitra pengemudi kepada penumpang, beberapa waktu lalu yang sempat menghebohkan masyarakat Kota Sorong dan sekitarnya, membuat perusahaan jasa transportasi online Maxim angkat bicara.

Humas Maxim Indonesia Yuan mengatakan bahwa Maxim turut prihatin dan menyesali atas tindakan tidak mengenakan yang dialami penumpang sebagai korban dari tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum mitra pengemudi.

“Kami berharap korban bisa segera pulih dari luka dan trauma yang dialami. Maxim sebagai aplikator berkomitmen untuk memberikan dukungan seutuhnya kepada pelanggan kami termasuk dalam bantuan penyelidikan,” kata Yuan dilansir Kapabar dari siaran persnya, Kamis 31 Oktober 2024.

Menurut Yuan, Maxim telah membantu pihak Kepolisian dalam menangani kasus tersebut dengan menyediakan berbagai data dan bukti yang diperlukan untuk mendukung proses investigasi.

“Kami berharap proses hukum dapat berjalan dengan baik dan korban segera mendapat keadilan atas kejadian tersebut,” ucap Yuan.

Dan sebagai bentuk tanggung jawab, sambung Yuan, Maxim telah menjalin kerja sama dengan Yayasan Pengemudi Selamat Sejahtera Indonesia (YPSSI) untuk memberikan bantuan perlindungan, keselamatan, dan santunan kepada pelanggan kami yang mengalami musibah saat menggunakan layanan Maxim.

“YPSSI merupakan program santunan yang diberikan untuk pelanggan yang mengalami musibah atau kecelakaan saat sedang menggunakan layanan Maxim. Pengajuan santunan dapat dilakukan dengan mengunjungi kantor Maxim terdekat atau melalui e-mail di info@ypssisocial.org dan laman https://ypssisocial.org/.,” pungkas Yuan.

Sebelumnya, seorang wanita berinisal VM diduga menjadi korban pemerkosaan oleh seorang oknum supir taxi online berinisal APY. Kejadian ini diketahui terjadi di kawasan pembuangan sampah di jalan Sorong-Makbon.

Menurut informasi yang dihimpun media ini, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu, 26 Oktober 2024, dimana saat itu korban memesan kendaraan melalui aplikasi Maxim untuk perjalanan dari Hotel Darevan menuju Bandara Deo Sorong.

Namun, bukannya mengantar ke tujuan, pelaku justru membawa korban menuju jalan Sorong Makbon.

Setiba di lokasi, pelaku menghentikan mobilnya dan memaksa korban untuk membuka pakaiannya dengan kalimat ancaman.

Pelaku pun sempat menampar korban dan memukul korban hingga mengalami luka pada bagian mulut.

Korban diketahui sempat menawarkan uang dan ponsel miliknya, namun pelaku tidak mempedulikan penawaran korban.

Setelahnya, pelaku memaksa korban keluar dari mobil dan membawanya ke semak-semak. Disana pelaku memerkosa korban sebanyak dua kali, sebelum akhirnya mengantar korban ke Bandar Udara Domine Eduard Osok, Sorong. Namun, rencana korban untuk berangkat ke Bandung pun harus batal, karena tertinggal pesawat. */HMF-RON

Tampilkan Lebih Banyak
Back to top button