Pendidikan

Menuju Indonesia Emas, Huawei-KBF Perkuat Talenta Muda Digital di Papua Barat Daya

Kapabar – Huawei dan Kitong Bisa Foundation (KBF) memperkuat talenta muda digital di Provinsi Papua Barat Daya sebagai bentuk komitmen dalam mendukung teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta keamanan siber khusus di provinsi ke-38 menuju Indonesia Emas di tahun 2045.

Acara yang bertajuk techday di Kota Sorong dengan mengangkat tema “Pemanfaatan TIK dan Keamanan Siber dalam Mendukung Pengembangan Talenta Digital Menuju Indonesia Emas 2045”, mrnghadirkan keynote speakers dari Deputi 3 Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI, Dr. Sulistyo, Staf Khusus Presiden Bidang Inovasi, Pendidikan dan Daerah Terluar, Billy Mambrasar, Director of Government Affair Huawei Indonesia, Yenty Joman, Penjabat Gubernur Papua Barat Daya, Dr. Mohammad Musa’ad, Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong, Dr. H. Muhammad Ali, serta anak muda asli Papua yang merupakan Co Founder Kontruksi.AI, Yoshua Gombo.

Direktur Government Affairs Huawei Indonesia Yenti Joman mengatakan Huawei Indonesia bersama segenap ekosistem Indonesia telah menapaki pencapaian tertingi dengan melahirkan 100 ribu talenta digital di Indonesia.

“Sumbangsi tersebut sangat diperlukan untuk mendukung Indonesia untuk lompatan transformasi digital ke depan dan semakin dekat dengan cita-cita Indonesia emas 2044,” kata Yenti dalam diskusi yang selenggarakan di Aula Rektorat Universitas Muhammadiyah Sorong, Kamis 13 Juni 2024.

Menurut Yenti, perjalanan masih panjang sehingga perlu memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di bidang TIK. Upaya pengembangan talenta ini tentunya membutuhkan kolaborasi multi pihak yang melibatkan pemerintah, industri dan akademisi dan masyarakat.

“Jadi Huawei Indonesia sebagai pusat teknologi tentunya kami tidak punya kemampuan untuk menjangkau begitu banyak dari Sabang sampai Merauke,” sambung Yenti.

Ia menerangkan, pada kesempatan tersebut, Huawei Indonesia kembali kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat transformasi digital di wilayah timur Indonesia khsususnya di Papua Barat Daya melalui penandatanganan memorandum ofunderstanding (MoU) antara Huawei Indonesia dengan Universitas Muhammadiyah Sorong (UMS).

“Selain kerja sama dengan UMS, kami juga sudah bekerja sama dengan Universitas Cendrawasi pada 2022, kemudian Politeknik Negeri Fakfak di 2021. Harapannya bisa memperkuat Papua menjadi center of excellence untuk mengakselerasi digitalisasi dari pembangunan di wilayah timur Indonesia,” harapnya.

Dia menambahkan, Huawei Indonesia pun menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI terus membangun literasi dan memperkuat kesadaran menggunakan teknologi secara aman dan bijak.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden Bidang Inovasi, Pendidikan dan Daerah Terluar sekaligus Duta Pembangunan Berkelanjutan Nasional (SDGs) Billy Mambrasar menyambut baik kegiatan tersebut, karena dapat membantu anak-anak muda Papua dalam membekali diri terkait teknologi informasi dan keamanan siber, sehingga mereka pun bisa turut serta bersaing dalam era digitalisasi ini.

“Tentu saja kegiatan seperti ini harus sering kita adakan, khususnya di Tanah Papua,” tutur Billy.

Menurut Billy, kalau Anak-Anak Papua juga tidak kalah dengan anak-anak daerah lain, mereka juga bisa menjadi talenta-talenta dalam dunia digital, dan dengan diberi bekal ilmu tentang teknologi, siber, dan keamanan siber ini, anak-anak muda Papua ini jadi semakin berani untuk bermimpi dan tidak takut untuk bersaing, tidak hanya di nasional bahkan internasional.

“Anak-anak muda inilah yang ke depannya akan membangun Papua lebih baik lagi, khususnya dalam pembangunan infrastruktur digital,” ungkap Billy.

Kitong Bisa Foundation (KBF) sebagai Strategic Partner Huawei di Indonesia Timur turut mendukung dan ikut serta dalam penyelenggaraan acara ini.

Perwakilan Kitong Bisa Foundation, Miraldo Jeftason mengatakan sebagai lembaga yang sangat peduli dengan kemajuan dan pembangunan di Papua, KBF turut serta terlibat dalam terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kami (KBF) sangat konsern dengan pembangunan masyarakat di Papua, apalagi generasi muda,” kata Miraldo.

Terlebih lagi di era digitalisasi ini, lanjut Miraldo, Papua juga harus memiliki talenta-talenta muda digital. Dengan adanya techday ini, semoga anak-anak muda di Sorong bisa memperoleh bekal pemahaman tentang pentingnya keamanan siber dalam menjaga keamanan nasional.

“Dan kedepannya tidak hanya Sorong saja, tetapi juga bisa menjangkau daerah di Papua lainnya”, ucap dia.

Melalui kegiatan itu, diharapkan anak-anak muda dapat mengambil ilmu dan mempersiapkan diri menjadi talenta-talenta muda digital Indonesia dalam pengembangan SDM menuju Indonesia Emas 2045, dan siap bersaing di kancah Internasional.

Informasi tambahan, Kitong Bisa Foundation (KBF) Indonesia adalah Organisasi Non Profit yang bergerak di bidang Pendidikan, Lingkungan, dan Teknologi di Indonesia. Kitong Bisa telah menjadi Pelopor Pusat Pembelajaran Non Formal yang unggul untuk menciptakan generasi muda Indonesia yang cerdas, inovatif, dan berkarakter.

Kitong Bisa Foundation juga memiliki kantor Pusat di Amerika Serikat, yang disebut dengan KBF Internasional, dan mengerjakan program-program pengenalan Indonesia untuk Investasi dan pembangunan di Indonesia. *RON

Tampilkan Lebih Banyak

Artikel Terkait

Back to top button

Penerimaan Mahasiswa Baru UNAMIN


banner popup

This will close in 20 seconds