Terkini

Bejat, Seorang Paman Sekap dan Setubuhi Keponakannya yang Masih Berstatus Siswi SMP 

Pelaku Mengaku Menyetubuhi Korban Kurang Lebih Sebanyak 10 Kali

Kapabar – Entah apa yang dipikirkan RS (27) hingga tega menyekap dan menyetubuhi keponakannya sendiri yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Parahnya kejadian tersebut berlangsung selama sebulan, dimana RS dengan rapih menyembunyikan keberadaan korban yang diketahui berinisal Na dari kedua orang tuanya.

Menurut Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Sorong Kota, Ipda Nelfince Rumbino mengatakan bahwa kejadian tersebut Dilaporkan pada bulan Februari 2023 lalu. Dimana lanjut Nelfince, menurut orang tua korban yang membuat laporan, korban sudah tidak terlihat sejak dia pulang sekolah.

“Sebelum membuat laporan, orang tua korban sudah berupaya mencari korban selama seharian penuh,” kata Nelfince.

Dikatakan Nelfince, pelaku yang tidak lain adalah paman korban tergolong pintar mengingat saat itu yang bersangkutan berpura-pura ikut mencari korban. Itulah sambung Nelfince yang membuat orang tua korban tidak menaruh curiga pada RS.

Dijelaskan Nelfince, selama sebulan RS menyekap korban di rumahnya yang berada di Kompleks BTN dan Kilometer 10 Kota Sorong. “Pelaku menyembunyikan korban di dua lokasi yakni di rumahnya yang berada di BTN dan di Kilometer 10. Pelaku sendiri selalu mengunci pintu rumahnya yang membuat korban sulit melarikan diri,” terang Nelfince.

Menurut Nelfince, korban baru berhasil kabur setelah sebulan disekap pelaku dan berhasil ditemukan kedua orang tuanya di depan Kantor Damri. “Setelah mendapat informasi secara lengkap dari korban, pada bulan April 2023 pihak kepolisian langsung melakukan pengejaran dan dengan cepat berhasil membekuk pelaku di rumahnya yang beralamat di Kilometer 10,” jelasnya yang ditemui di Mapolresta Sorong Kota, Kamis (25/5).

Setelah diperiksa dijelaskan Nelfince, RS mengaku menculik korban saat pulang sekolah. Lebih lanjut Nelfince mengatakan bahwa selama masa penyekapan, RS telah menyetubuhi Na kurang lebih sebanyak 10 kali.

Ditambahkan Nelfince, atas perbuatannya, RS disangkakan pasal 81 ayat 1 dan 3, tentang perlindungan anak. “Ancaman hukuman ayat 1 itu 15 tahun penjara. Ayat 3 ini juga kita sangkakan karena pelaku dan korban ada hubungan keluarga, yang berarti RS ini bisa mendapat tambahan sepertiga dari ancaman hukuman yang disangkakan,” tuntas Nelfince.*HMF

Tampilkan Lebih Banyak

Artikel Terkait

Back to top button