Terkini

Tangkap Belasan Pelaku Pembakaran Double O, Polisi Diapresiasi Forum Lintas Suku Asli Papua

Kapabar – Kinerja Polda Papua Barat dan Polres Sorong Kota dalam menangkap belasan pelaku pembakaran Tempat Hiburan Malam (THM) Double O Sorong mendapat apresiasi Forum Lintas Suku Asli Papua.

Anggota kepolisian pun diminta untuk kembali menangkap pelaku yang saat ini masih berstatus buronan.

“Kami mohon kepada pihak kepolisian agar menangkap semua pelaku yang membuat rusuh pada 25 Januari kemarin. Semua harus ditangkap, dan yang sudah lari harus dikejar sampai dapat,”ujar Melkianus selaku Wakil ketua II, Melkianus Osok kepada

Untuk mendukung kinerja polisi itu, Melkianus meminta agar masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku yang masih buron dengan memberitahukan keberadaan mereka.

“Saya harap tidak ada pihak yang menyembunyikan pelaku. Karena secara tegas saya bilang, mereka harus mempertanggungjawabkan apa yang mereka perbuat,”tegas Melkianus.

Senada dengan Melkianus, Hengky Korwa Selaku wakil ketua I Forum Lintas Suku Asli Papua mengapresiasi dan berikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Polda Papua Barat maupun Polres kota Sorong, yang sudah bekerja keras dalam mengungkap kasus tersebut.

“Ini hal yang sangat luar biasa, polisi bekerja keras terukur sesuai dengan SOP sehingga para pelaku sebagian sudah ditangkap,”ucapnya.

Hengky meminta kepada para pelaku yang lain yang masih DPO, agar segera menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib. Ia juga meminta kepada pihak keluarga maupun kepala-kepala suku agar tidak berupaya melindungi para pelaku.

“Supaya mereka diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Jadi siapapun dia, kepala suku yang punya warga yang melakukan hal-hal ini mari kerjasama yang baik, tidak boleh menghalangi supaya polisi boleh bekerja dengan leluasa,” kata Hengky.

Hengky kembali mengingatkan seluruh masyarakat lintas suku dan agama yang ada di Papua, untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban sehingga menciptakan suasana yang aman, daman, dan tentram.

“Papua ini rumah milik kita bersama, tentunya mereka ada di rumah besar ini. Mereka harus tahu adat, dalam arti mereka ada di tanah Papua atau wilayah adat kami. Jadi harus tunduk kepada aturan adat yang ada di sini,”tuturnya.

Sementara itu Ketua Forum Lintas Suku Asli Papua, Yeremias Nauw mengajak seluruh masyarakat yang ada di Papua khusunya kota Sorong untuk senantiasa membangun toleransi antar suku dan umat beragama, agar hidup rukun tanpa adanya pertikaian.

“Sorong ini menjadi pintu gerbangnya Papua, semua suku, etnis dan agama ada di Sorong. Yang kami minta, jagalah kerukunan dan kedamaian kita bersama di negeri ini. Jadi intinya masih mau dengar kita atau tidak, kalau tidak dengar seperti kemarin saya sampaikan terpaksa harus lipat tikar dan bantal kembali ke daerah asalnya,” tandas Yeremias.*HMF

Tampilkan Lebih Banyak

Artikel Terkait

Back to top button

Penerimaan Mahasiswa Baru UNAMIN


banner popup

This will close in 20 seconds