Terkini

Waktu Tinggal 2 Bulan, Pemkot Sorong Tancap Gas Eksekusi Anggaran Perubahan Rp900 Miliar

Kapabar – Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong tancap gas mengoptimalkan anggaran perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2026.

Di tengah kebijakan efisiensi saat ini, anggaran difokuskan untuk program prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Wali Kota Sorong, Septinus Lobat menegaskan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus segera bergerak setelah menerima Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA).

Pasalnya, waktu pelaksanaan tahun anggaran 2026 hanya tersisa sekitar dua bulan.

“DPPA perubahan ini kami harapkan segera dilaksanakan oleh seluruh pimpinan OPD. Waktu kita tinggal dua bulan lagi untuk mengakhiri tahun anggaran, sehingga diperlukan kerja cepat,” kata Septinus di Gedung Lambert Jitmau, Kota Sorong, Rabu (15/10/2026).

Ia menjelaskan, DPPA bukan sekadar dokumen anggaran, tapi menjadi pedoman operasional, instrumen pengendalian, hingga alat ukur kinerja dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran.

“Anggaran perubahan yang telah ditetapkan sekitar Rp900 miliar,” ujarnya.

Menurut Septinus, keberhasilan anggaran bukan hanya soal berapa besar yang terserap, tapi seberapa berkualitas hasilnya dan apakah manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, ia meminta setiap pimpinan OPD mempelajari DPPA masing-masing, menyiapkan sumber daya, dan memastikan program berjalan sesuai prioritas pembangunan dengan visi Kota Sorong yang maju, bersih, hijau, aman, dan sejahtera.

“Keberhasilan pelaksanaan anggaran tidak cukup diukur dari seberapa besar anggaran yang terserap, tetapi juga dari kualitas keluaran, manfaat, dan dampak yang dihasilkan,” tegasnya.

Di tengah keterbatasan keuangan daerah, Pemkot tetap berkomitmen menjalankan program yang berpihak pada rakyat. Salah satunya program sekolah gratis yang menjadi janji kampanye bersama Wakil Wali Kota Sorong.

Ia pun memastikan program sekolah gratis akan tetap berlanjut selama masa kepemimpinannya, meski ada efisiensi anggaran. Program ini dinilai penting untuk meringankan beban orang tua dalam biaya pendidikan anak.

Selain pendidikan, Pemkot Sorong juga memprioritaskan penataan kota, mulai dari pembenahan drainase di kawasan rawan genangan, penghijauan, kebersihan lingkungan, hingga peningkatan keamanan dengan menambah lampu penerangan di titik-titik yang masih gelap.

Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga pohon-pohon yang telah ditanam pemerintah demi menciptakan kota yang lebih nyaman dan hijau.

Septinus berharap seluruh OPD bekerja disiplin, mempercepat pelaksanaan kegiatan, dan memperkuat koordinasi agar semua program tuntas tepat waktu dan berdampak nyata bagi warga. *RSR

Tampilkan Lebih Banyak

Leave a Reply

Back to top button