Dampak BDR Akibat Karhutla, Penyaluran MBG di Sorong Dihentikan Sementara

Kapabar – Kebijakan Pemerintah Kota Sorong yang menerapkan Belajar Dari Rumah (BDR) bagi seluruh satuan pendidikan di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), berdampak pada penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Sorong memutuskan menghentikan sementara distribusi MBG ke sekolah-sekolah.
Ketua Satgas MBG Kota Sorong, Ruddy R Laku, mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Sorong tentang BDR.
“Penghentian sementara penyaluran program MBG ini merupakan hasil koordinasi kami dengan pihak SPPG yang mengikuti surat edaran Wali Kota Sorong tentang Belajar Dari Rumah kepada seluruh satuan pendidikan,” ujar Ruddy di ruang kerjanya, Rabu (14/10/2026).
Ia menjelaskan, penghentian sementara ini dilakukan tanpa batas waktu dan masih menunggu kondisi cuaca membaik.
“Karena kita semua masih melihat kondisi cuaca. Jika membaik, maka aktivitas sekolah dan distribusi MBG ke sekolah-sekolah dapat berjalan seperti biasanya,” katanya.
Menurut Ruddy, langkah tersebut diambil demi keselamatan siswa sekaligus menjaga efektivitas penyaluran, mengingat aktivitas belajar mengajar di sekolah untuk sementara ditiadakan dan dialihkan ke rumah.
Ia berharap kondisi kabut asap segera membaik, sehingga program MBG sebagai salah satu program prioritas pemerintah dapat kembali berjalan normal dan manfaatnya dirasakan oleh para siswa di Kota Sorong. *RSR
