Jemput Dolar Wisatawan Asing, Bank Papua Buka Money Changer di Sorong dan Waisai

Kapabar – Kabar baik bagi turis asing dan pelaku wisata di Papua Barat Daya. Karena, kini, Bank Papua telah membuka layanan penukaran valuta asing (Money Changer/KUPVA) di dua titik strategis, yakni Kantor Cabang Utama (KCU) Sorong dan Kantor Cabang (KC) Waisai.
Peresmian layanan ini bertepatan dengan pembukaan Festival Pesona Bahari Raja Ampat pada Rabu (15/10/2026), siang.
Layanan ini menjadi gerai kedua dan ketiga, setelah sebelumnya Bank Papua sukses membuka layanan KUPVA di KCU Jayapura.
Direktur Utama (Dirut) Bank Papua, Yuliana D. Yembise mengatakan, langkah ini menjawab keresahan lama di destinasi wisata super prioritas tersebut.
“Selama ini, wisatawan mancanegara yang datang ke Raja Ampat kesulitan menukar Dolar dengan aman dan legal,” ujarnya.
Berdasarkan data UPTD Dinas Pariwisata Raja Ampat, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sorong dan Raja Ampat terus memecahkan rekor.
“Tanpa layanan money changer resmi, perputaran ekonomi dari sektor pariwisata rawan bocor ke praktik penukaran ilegal,” ucap Yuliana.
Oleh sebab itu, tegas Yuliana, Bank Papua hadir untuk menutup celah tersebut. Pada tahap awal, layanan di Sorong dan Waisai melayani penukaran Dolar Amerika Serikat (USD) pecahan 100.
“Ini soal memberikan rasa aman. Wisatawan butuh kepastian kurs yang jelas dan transaksi yang legal. Pelaku usaha lokal juga butuh akses valas yang mudah,” katanya.
Yuliana mmenjelaskan, ekspansi KUPVA ini adalah batu loncatan penting bagi Bank Papua untuk naik kelas menjadi Bank Devisa.
“Ini komitmen kami. Bank Papua tidak hanya menyimpan uang, tapi ikut menggerakkan pariwisata dan ekonomi Papua. Ini bagian dari visi Papua Produktif,” tegasnya.
Dengan dibukanya gerai di Sorong sebagai pintu masuk dan Waisai, ia berharap, perputaran dolar wisatawan bisa dinikmati langsung untuk pembangunan Papua yang berkelanjutan.
“Semoga dengan adanya layanan KUPVA ini dapat mendorong perputaran ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di sektor pariwisata,” pungkasnya. */RSR
