Ekonomi Bisnis

Hitam Semesta Usung Empat Brand

Kapabar – Terinspirasi dari judul lagu sebuah grup band asal Bandung bernama Komunal yang mengangkat tentang kritik pemerintah dan gerakan perlawanan ialah cikal bakal hadirnya Hitam Semesta di Kota Sorong, tepatnya di Jalan Raya Melati, Harapan Indah, Klawuyuk, Sorong Timur.

Penanggungjawab Hitam Semesta, Boli mengatakan Hitam Semesta hadir Kota Sorong sebagai bentuk perlawanan kepada brand-brand besar dari segi market yang berbeda atau beyond.

“Disini, Hitam Semesta mengusung empat brand di dalamnya, ada Belantara untuk minuman, Kedai Wanipiro untuk makanan, Kilau Shoesclean untuk sneakers dan S.O.A Experiment untuk konsultan interior dan arsitektur,” rinci Boli kepada Kapabar, Senin (20/3).

Dikatakan Boli, Belantara ialah brand yang menawarkan aneka menu minuman berkonsep warkop, seperti aneka kopi, tanpa kopi dan makanan ringan. Dimana untuk harganya, dibanderol mulai dari Rp.8 hingga Rp.18 ribuan per porsinya.

“Nah, untuk Kedai Wanipiro, saat ini masih menyediakan menu soto ayam yang disajikan dengan dua varian, campur dan pisah. Kalau campur harganya Rp.12 ribu, sedangkan pisah harganya Rp.17 ribu per porsinya,” kata Boli.

Tak hanya itu, sambung Boli, Hitam Semesta juga mempunyai brand Kilau Shoesclean untuk sneakers atau sepatu, mulai dari deep clean, repaint, kid shoes, sole, unyellowing, slippers dan express deep clean. Kalau ini tarifnya berkisar dari Rp.40 ribu hingga Rp.120 ribu per pasang sepatu,” jelasnya.

Terakhir, kata dia, S.O.A Experiment yakni untuk kebutuhan tentang jasa interior desain, arsitektur, furniture, gambar kerja, RAB hingga konsultasi.

“Alasan mengusung empat brand dalam sebuah tempat karena kalau orang-orang ingin berdiri sendiri, jadi Hitam Semesta itu sebenarnya lebih ke rumah karantina yang bisa mencakup banyak orang dengan koneksi brand di dalamnya,” ungkapnya.

Dirinya mengakui, Hitam Semesta dirancang dengan bangunan berkonsep “rumah bedeng” yang bersimbol rumah rakyat kaum bawah dengan atap serta dinding secara keseluruhan menggunakan seng.

“Konsep “rumah bedeng” ini bisa diadopsi oleh masyarakat kaum bawah tapi dengan estetika yang lebih oke. Disini kami baru buka lima hari dan direspon baik oleh konsumen. Kami buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 23.00 WIT, akan tetapi akan menyesuaikan saat bulan suci ramadhan tiba,” paparnya. *RON

Tampilkan Lebih Banyak

Artikel Terkait

Back to top button

Penerimaan Mahasiswa Baru UNAMIN


banner popup

This will close in 20 seconds